௯SHAMOON, MALWERE PENGHAPUS DATA BIDIK
INFRASTRUKTUR DEKSTOP VIRTUAL௬
→Malwere yang diketahui bernama Shamoon atau Disttrack ini merupakan
bagian dari keluarga program destruktif yang dikenal sebagai penghapus disk.
Peranti yang sama juga pernah digunakan pada 2014 lalu untuk menyerang Sony
Pictures Entertainment di AS dan pada 2013 menyerang beberapa Bank dan
organisasi broadcasting di Korea
Selatan.
Shamoon pertama kali terpantau selama 2012 lalu ketika ada
serangan siber yang menyerang Saudi Aramco. Malwere
ini menyebar ke komputer lain pada jaringan lokal menggunakan kredensial yang
dicuri dan mengaktifkan fungsionalitas penghapusan disk pada tanggan yang telah
dikonfigurasikan.
Pada November tahun lalu,
peneliti keamanan dari Syamantec melaporkan temuan versi anyar dari Shamoon
yang telah digunakan pada gelombang baru serangan terhadap sasaran- sasaran di
Arab Saudi. Versi ini dikonfigurasikan untukmulai menimpa data hard disk pada Kamis 17 November pukul
20.45 waktu setempat di Arab Saudi, tak lama setelah sebagian besar pekerja di
negara tersebut memulai waktu akhir pekan mereka.
Sementara itu, para
peneliti dari Palo Alto Networks yang menemukan lagi varian Shamoon yang
berbeda yang dilihat oleh Symantec dan mungkin digunakan terhadap target di
Saudi Arabia. Melalui posting blog-nya,
peneliti Palo Alto menyebut jika versi ketiga ini memiliki tanggal untuk
mematikan hari untuk menghapus data-data 29 November dan berisi akun kredensial
hardcoded spesifik untuk organisasi
yang ditargetkan.
Beberapa dari akun kredensial
itu adalah akun domain Windows. Namun beberapa username default dan password menyasar Huawei FusionCloud,
solusi infrastruktur dekstop virtual
(VDI). Produk VDI seperti Huawei FusionCloud memungkinkan perusahaan
menjalankan instalasi dekstop yang tervirtualisasi di dalam pusat data.
Pengguna kemudian mengakses PC virtual dari thin
client, membuat manajemen workstation
di berbagai cabang dan kantor menjadi jauh lebih mudah.
Rupanya penyerang di
balik kampanye Shanmoon (versi) terakhir ini menyadari bahwa organisasi yang
ditargetkan menggunakan produk Huawei VDI, dan menyadari bahwa tidak akan cukup
dengan hanya menghapus PC Virtual menggunakan domain kredensial Windows yang tercuri.
“Fakta bahwa para penyererang Shanmoon memiliki username dan password dapat menunjukkan bahwa mereka dimaksudkan untuk
memperoleh akses ke teknologi di organisasi yang ditargetkan untuk meningkatkan
dampak dari serangan merusak mereka,” kata para peneliti Palo Alto Networks. “Jika
benar, ini merupakan pengembangan besar dan organisasi harus mempertimbangkan
menambahkan pengamanan tambahan dalam melindungi kredensial terkait dengan
penyebaran VDI mereka,” imbuh peneliti tersebut.
Sejauh ini, teknik tersebut hanya ditemukan dalam serangan
siber yang ditargetkan dengan tujuan utamanya adalah kerusakan data yang bisa
dengan mudah diadopsi oleh pencipta ransomware
di masa depan.←
⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯⇯
⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫⧫
↹TOKO ONLINE MELIBAS TOKO
TRADISONAL↹
⇸Dalam delapan bulan
mendatang, Amazon akan membuka lowongan kerja bagi seratus ribu warga Amerika
Serikat, termasuk karyawan di gudang terbaru milik Amazon di Baltimore, Maryland,
Amerika Serikat (AS). Alokasi karyawan baru ini akan memperkuat posisi Amzon
sebagai pedagang daring terbesar saat ini dan dianggap membantu masalah sosial
di Baltimore. Namun demikian, ada sisi lain yang tersembunyi di balik “kabar
gembira” itu.
Sekitar 24 km dari tengah
kota Baltimore, mal tertua dan terbesar di Baltimore, Owings Mills Mall tampak
tinggal reruntuhan saja. Sebelum tutup total, mal yang berdiri sejak 1983 itu
memiliki 155 toko di dalamnya. Mal itu jelas bukan mall sembarangan, karena
memiliki luas sekitar seratus ribu meter persegi dengan penyewa dengan nama
besar seperti Macy’s dan J. C. Penney.
Ekonom Joseph Schumpeter
sebagaimana dikutip dari NYCTimes, menyebut dua peristiwa kontras itu sebagai “creative
destruction”, ketika terjadi proses pergantian sistem ekonomi lama menjadi baru
dan berbeda. Jadi, walaupun seratus ribu lowongan kerja dari Amazon tampak
menggembirakan, pada dasarnya terjadi pengurangan jumlah karyawan di beberapa
mal dan pusat perbelanjaan di seluruh Amerika.
Dalam jangka panjang, hal
ini sebenarnya bukan masalah, mengingat produktivitas adalah aspek penting
dalam pertumbuhan ekonomi. Telebih, Amazon memaparkan bahwa diantara seratus
ribu lowongan pekerjaan itu terdapat beberapa programmer dan pengembang peranti
lunak yang digaji sangat besar, disamping pekerja lain yang diupah per jam.
Namun demikian, dalam persepsi orang di tengah transisi itu, justru dianggap
indikasi “badai ekonomi”.
“Jelas ada manfaat yang
sangat dirasakan oleh konsumen Amazon. Tetapi jumlah orang yang akan
dipekerjakan itu tidak sebanding dengan yang tidak didapatkannya, selepas
berhenti dari pekerjaan sebelumnya,” kata Prof. Lawrence Katz (ekonom
Univeritas Harvard) yang banyak meneliti tentang relasi ekonomi dan perubahan teknologi.
Hingga awal tahun ini,
sektor retail tradisional makn banyak dikalahkan oleh toko daring dengan produk
yang serupa. Juru bicara toko fesyen, Mcy, beberapa waktu lalu mengatakan toko
daring akan menghilangkan sepuluh ribu pekerjaan. Bahkan Limited yang bergerak
di sektor serupa mengumumkan lebih dari empat ribu karyawannya.
Membesarnya Amazon juga tidak
serta-merta meningkatkan serapan tenaga kerja. Amazon sendiri sudah dan akan
terus menerapkan sistem otomatisasi, salah satunya adalah sistem robot mekanik
dalam proses kerja di gudang-gudang mereka. Walaupun tidak menggantikan
sepenuhnya pekerjaan manusia, yang jelas beberapa elemen pekerjaan manusia
memang sudah lama digantikan oleh mesin- mesin.
Kelak dimasa depan, otomatisasi akan semkain mendominasi,
ketika teknologi kecerdasan buatan kian menyamai kecerdasan manusia, termasuk
misalnya proses distribusi barang yang tak akan lagi memerlukan supir truk.
Pasalnya, truk mampu berjalan sendiri secara otomatis. Dan Amazon telah
merintis itu, setidaknya dengan bantuan drone.⇤
⬳⬳⬳⬳⬳⬳⬳⬳⬳⬳⬳⬳⬳⬳⬳⬳⬳⬳⬳⬳⬳⬳⬳⬳⬳
⧪⧪⧪⧪⧪⧪⧪⧪⧪⧪⧪⧪⧪⧪⧪⧪⧪⧪⧪⧪⧪⧪⧪⧪⧪⧪⧪⧪⧪⧪⧪⧪⧪⧪⧪⧪⧪⧪⧪⧪⧪⧪⧪⧪⧪
Tidak ada komentar:
Posting Komentar